Semangat! Man jadda Wa Jadaa!!

Rabu, 11 April 2012

Sosial Marketing (Pemasaran Produk Sosial)

Kurangnya informasi tentang keadaan/kondisi pasar bagi seorang penjual suatu produk barang atau jasa akan semakin besar resiko yang dirasakan. Resiko itu dapat berupa ancaman produk tersebut tidak laku dipasaran. Dalam memasarkan suatu produk barang atau jasa, perlu adanya pertimbangan yang matang dan tidak sembarangan/asal-asalan. Produk yang dihasilkan harus memiliki nilai jual, menarik, dibutuhkan, mudah digunakan, dan mempunyai ciri khas. Seorang pelaku pemasaran sosial/penjual harus bisa menghadapi segala kondisi termasuk mempertimbangkan besar kecilnya resiko. Resiko tersebut menurut Gemunden tebagi menjadi 5 kategori, yaitu :
1.        Resiko sosial : produk yang dihasilkan dapat diterima oleh masyarakat atau tidak.
2.        Resiko psikologis : produk tersebut menghasilkan keuntungan atau kerugian.
3.        Resiko fisik : produk tersebut bermanfaat atau berbahaya (menghasilkan efek samping).
4.        Resiko fungsi : kesesuaian promosi produk dengan kenyataan dilapangan terhadap penggunaan produk.
5.        Resiko keuangan : produk yang dihasilkan akan bermanfaat jika digunakan atau malah sia-sia untuk digunakan.

Seorang pelaku (pemasar sosial) perlu melakukan tahap percobaan, artinya berani mengeluarkan produk pertama sebagai alat promosi. Pada umumnya orang akan tertarik jika ada promosi yang dilakukan secara berulang. Para konsumen membeli produk yang pertama kali dijual dengan tujuan hanya untuk coba-coba. Jika produk itu bagus dan bermanfaat maka mereka akan melanjutkan pembelian atas produk tersebut. Pada kenyataannya para pemasar sosial akan merasa puas jika produk yang dipasarkan hasil penjualannya melebihi target yang ditetapkan oleh pemasar sosial tersebut. Begitupun dengan para konsumen yang puas terhadap suatu produk, maka mereka akan mempromosikannya kembali kepada orang terdekat mereka (promosi dari mulut ke mulut). Untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap produk yang dihasilkan dan dipasarkan, pemasar sosial dapat melakukan tes ataupun dengan menyebarkan angket/kuesioner. Hal ini juga dapat menjadi bahan evaluasi dan dapat menghasilkan inovasi baru.
Untuk melakukan pemasaran suatu produk perlu dilakukan pelabelan/pemberian merek dengan tujuan produk mudah dikenali. Ketika menentukan pelabelan, hal yang perlu diperhatikan adalah :
1.        Harus mudah untuk diucapkan, dikenali, dan diingat
2.        Produk tersebut memiliki manfaat
3.        Harus menentukan kualitas produk
4.        Harus memiliki ciri khas.

Selain itu untuk mempromosikan suatu produk, para pemasar sosial perlu melakukan kampanye penggunaan produk. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada konsumen tentang tata cara penggunaan produk, manfaat serta keuntungan produk.

Difusi Pemasaran Sosial
Definisi Pemasaran
Pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan pelanggan yang kuat untuk menangkap kembali nilai dari pelanggan.

Proses Pemasaran
Model Sederhana

1.        Pertama, pemasar harus memahami pasar dan kebutuhan serta keinginan pelanggan
2.        Berikutnya, pemasar merancang strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dengan tujuan mendapatkan, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan sasaran
3.        Dalam langkah ketiga, pemasar membangun program pemasaran yang benar-benar memberikan nilai unggul
4.        Seluruh langkah ini membentuk dasar bagi langkah keempat, membangun hubungan pelanggan yang menguntungkan, dan menciptakan kepuasan pelanggan
5.        Pada langkah terakhir, perusahaan mendapatkan hasil dari hubungan pelanggan yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan

Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan keinginan target pasar dan menghantarkan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing .
Konsep pemasaran mencakup:
           Kebutuhan, keinginan, dan permintaan
           Penawaran pasar (produk, jasa, dan pengalaman)
           Nilai dan kepuasan
           Pertukaran dan hubungan

Strategi Program Pemasaran
Strategi pemasaran dapat dilakukan melalui kegiatan :
          Segmentasi pasar
          Penetapan target pasar
          Diferensiasi dan posisi pasar

Rencana Pemasaran
Rencana untuk memasarkan suatu produk harus memperhatikan hal berikut :
          Situasi pasar saat ini
          Ancaman dan peluang
          Tujuan dan permasalahan
          Strategi pemasaran
          Program tindakan
          Anggaran
          Pengendalian

Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi pemasaran (marketing information system—MIS) terdiri dari orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang diperlukan secara tepat waktu dan akurat kepada pembuat keputusan pemasaran

Penawaran Pasar
           Penawaran pasar adalah kombinasi produk, jasa, informasi, atau pengalaman yang ditawarkan ke pasar untuk memuaskan kebutuhan atau keinginan tertentu
           Rabun jauh pemasaran (marketing myopia) adalah kesalahan akibat lebih memperhatikan produk tertentu dari perusahaan alih-alih manfaat dan pengalaman yang dihasilkan oleh produk tersebut

Sistem Pemasaran Modern

Manajemen Pemasaran
Manajemen pemasaran adalah seni dan ilmu memilih target pasar dan membangun hubungan yang menguntungkan dengan target pasar tersebut.

Perilaku Pembelian Konsumen
Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat kelompok utama karakteristik pembeli: budaya, sosial, pribadi (Usia pembeli, tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan karakteristik pribadi lainnya mempengaruhi keputusan pembeliannya), dan psikologi.
Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh empat faktor psikologi utama:
          Motivasi
          Persepsi
          Pembelajaran
          Keyakinan serta sikap

Adopsi Produk
Proses adopsi produk dikelompokkan menjadi lima tahap :
          Kesadaran
          Minat
          Evaluasi
          Mencoba
          Adopsi


Penawaran dan Permintaan Pasar
Permintaan pasar suatu produk adalah volume total yang akan dibeli oleh kelompok pelanggan tertentu di wilayah geografis tertentu, pada periode waktu tertentu, di lingkungan pemasaran tertentu, dan dengan program pemasaran tertentu. Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.

Faktor-Faktor Yang Mempengarungi Permintaan
Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi permintaan :
a.         Harga Barang itu Sendiri
Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika harga naik jumlah permintaan barang tersebut akan meningkat, sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan menurun.
b.        Harga Barang Subtitusi (Pengganti)
Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih murah maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan tetapi jika harga barang substitusi naik maka orang akan tetap menggunakan barang yang semula.
c.         Barang pelengkap juga dapat memengaruhi permintaan barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk membeli sepeda motor akan turun, begitu juga sebaliknya.
d.        Pendapatan
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka permintaan akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk membeli barang juga akan turun.
e.         Selera Konsumen
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula.
f.         Intensitas Kebutuhan Konsumen
Intensitas kebutuhan konsumen berpengaruh terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan terhadap suatu barang atau jasa yang tidak mendesak, akan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan terhadap barang atau jasa sangat mendesak maka permintaan masyarakat terhadap barang atau jasa tersebut menjadi meningkat.
g.        Perkiraan Harga di Masa Depan
Apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan naik maka konsumen cenderung menambah jumlah barang yang dibeli karena ada kekhawatiran harga akan semakin mahal. Sebaliknya apabila konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli.
h.        Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.
Macam-Macam Permintaan
Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung.
i.          Permintaan Menurut Daya Beli
Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut. Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya. Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Pak Luki sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas. Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan. Contohnya Hendra ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.
j.          Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya
Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan individu dan permintaan kolektif. Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar.

Hukum Permintaan

Pengertian Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Penawaran
Penawaran dan produksi mempunyai hubungan yang sangat erat. Hal-hal yang mendorong dan menghambat kegiatan produksi berpengaruh terhadap jumlah penawaran. Berikut ini faktor-faktor yang memengaruhi penawaran :
1.        Harga Barang itu Sendiri
Apabila harga barang yang ditawarkan mengalami kenaikan, maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan meningkat. Sebaliknya jika barang yang ditawarkan turun jumlah barang yang ditawarkan penjual juga akan turun.
2.        Harga Barang Pengganti
Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjual akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti ke barang lain yang ditawarkan, karena harganya lebih rendah.
3.        Biaya Produksi
Biaya produksi berkaitan dengan biaya yang digunakan dalam proses produksi, seperti biaya untuk membeli bahan baku, biaya untuk gaji pegawai, biaya untuk bahan-bahan penolong, dan sebagainya. Apabila biaya-biaya produksi meningkat, maka harga barang-barang diproduksi akan tinggi. Akibatnya produsen akan menawarkan barang produksinya dalam jumlah yang sedikit. Hal ini disebabkan karena produsen tidak mau rugi. Sebaliknya jika biaya produksi turun, maka produsen akan meningkatkan produksinya. Dengan demikian penawaran juga akan meningkat.
4.        Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya barang yang ditawarkan. Adanya teknologi yang lebih modern akan memudahkan produsen dalam menghasilkan barang dan jasa. Selain itu dengan menggunakan mesin-mesin modern akan menurunkan biaya produksi dan akan memudahkan produsen untuk menjual barang dengan jumlah yang banyak.
5.        Pajak
Pajak yang merupakan ketetapan pemerintah terhadap suatu produk sangat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya harga. Jika suatu barang tersebut menjadi tinggi, akibatnya permintaan akan berkurang, sehingga penawaran juga akan berkurang.
6.        Perkiraan Harga di Masa Depan
Perkiraan harga di masa datang sangat memengaruhi besar kecilnya jumlah penawaran. Jika perusahaan memperkirakan harga barang dan jasa naik, sedangkan penghasilan masyarakat tetap, maka perusahaan akan menurunkan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Misalnya pada saat krisis ekonomi, harga-harga barang dan jasa naik, sementara penghasilan relatif tetap. Akibatnya perusahaan akan mengurangi jumlah produksi barang dan jasa, karena takut tidak laku.
Macam-Macam Penawaran
Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.
1.        Penawaran Individu
Penawaran individu adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penawar.
2.        Penawaran Kolektif
Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan.

Hukum Penawaran


Referensi :
Catatan kuliah & Sumber lain (mohon maaf tidak bermaksud memplagiat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar